7 September 2026
Beras Langka di Ritel, Bulog Gelontorkan 110.000 Ton — Harga Premium Masih di Atas HET
Apa yang terjadi
Bulog bakal menggelontorkan 110.000 ton beras ke ritel modern dalam satu bulan ini — 75.000 ton beras premium dan 35.000 ton medium. Pesanannya sudah masuk dari 10 perusahaan ritel, mulai dari Indomarco Prismatama, Midi Utama, Lion Super Indo, Matahari Putra Prima, sampai Hero Retail Nusantara yang sendirian pesan 25.000 ton premium per bulan.
Alasannya sederhana dan agak bikin waswas: rak beras di ritel kosong. Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyebut penyaluran ini untuk mengisi kelangkaan sekaligus menekan inflasi beras supaya harga di pasaran kembali sesuai HET. Bulog juga menggandeng Satgas Pangan untuk menindak kenaikan harga yang dianggap tidak wajar, dan sudah menjalankan operasi pasar di 113 titik di seluruh Indonesia.
Angka yang perlu kamu catat
Saat sidak ke Pasar Rawamangun, Jakarta Timur, pedagang menyebut harga beras premium sudah di kisaran Rp15.000–Rp16.000/kg, dan Pandan Wangi tembus Rp17.500/kg. Padahal HET beras premium cuma Rp14.900/kg dan medium Rp13.500/kg. Artinya harga di lapangan sudah melewati batas atas yang ditetapkan pemerintah.
Satu-satunya yang stabil menurut pedagang: beras SPHP Bulog, Rp62.500 per karung 5 kg — setara Rp12.500/kg, dan disebut selalu tersedia.
Kenapa ini penting buat kamu
Kalau kamu jualan nasi box, warteg, catering, atau kue berbahan tepung beras, beras itu bahan baku terbesar — dan selisih Rp3.500/kg antara SPHP (Rp12.500) dan premium pasar (Rp16.000) bukan angka kecil.
Hitung kasar: kalau dapurmu habis 10 kg beras sehari, selisih itu jadi Rp35.000 per hari alias sekitar Rp1 juta per bulan yang menguap dari margin — tanpa kamu sadari, karena harga jual per porsi biasanya nggak ikut naik secepat itu.
Yang bisa dilakukan sekarang
- Cek harga beli beras kamu minggu ini, bukan mengandalkan angka bulan lalu. Kalau naik, masukkan harga baru ke perhitungan HPP per porsi.
- Pertimbangkan SPHP untuk menu yang nggak menuntut beras premium. Selisihnya langsung masuk ke margin.
- Jangan panic buying. Pemerintah sedang menggelontorkan pasokan besar bulan ini, jadi menimbun beras premium di harga puncak justru berisiko rugi kalau harga turun.
- Hitung ulang harga jual sebelum menaikkannya. Kadang menyesuaikan porsi atau komposisi menu lebih masuk akal daripada menaikkan harga dan kehilangan pelanggan.
Intinya: pasokan sedang diperbaiki, tapi harga di pasar belum turun hari ini. Jangan tunggu akhir bulan baru sadar margin kamu tergerus.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8650112/bulog-guyur-110-000-ton-beras-ke-ritel-modern-imbas-stok-langka) — bukan salinan langsung. Data harga pasar dari [laporan sidak Bulog di Pasar Rawamangun](https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8649586/sidak-ke-pasar-bos-bulog-temukan-harga-beras-premium-naik), detikFinance.*