6 September 2026
QRIS Lagi Disiapkan Nyambung ke Hong Kong, India, Timor Leste, dan Arab Saudi
Bank Indonesia lagi menyiapkan perluasan QRIS lintas negara ke beberapa tujuan baru: Hong Kong, Timor Leste, India, dan Arab Saudi. Kabar ini disampaikan Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta di acara Lampung Financial Festival 2026, Jumat (5/9/2026).
Statusnya masih tahap persiapan, bukan peluncuran. Untuk Hong Kong, Timor Leste, dan India, BI menyebut sedang ada "diskusi yang intensif". Untuk Arab Saudi, bahasanya masih harapan — supaya jemaah umrah dan haji nantinya tidak perlu tukar uang di sana. Tidak ada tanggal yang diumumkan, jadi jangan dulu diperlakukan sebagai sesuatu yang berlaku besok.
Yang sudah jalan sekarang
Skema pembayaran lintas batas QRIS saat ini sudah tersambung ke enam negara: Singapura, Malaysia, Thailand, Jepang, Korea Selatan, dan China. Yang dijelaskan BI di acara itu adalah sisi keluarnya — orang Indonesia yang pergi ke enam negara tersebut bisa bayar cukup pakai HP tanpa mampir ke money changer, asal saldonya ada.
Angka yang lebih penting buat kamu
Di luar soal negara tujuan, ada tiga angka dari paparan BI yang lebih relevan buat pemilik usaha kecil. Sampai Juli 2026:
- Volume transaksi QRIS: 15 miliar transaksi
- Jumlah merchant penerima QRIS: 45 juta merchant
- Jumlah pengguna: 67 juta orang
Ekosistemnya ditopang 96 bank, 60 lembaga non-bank, dan empat perusahaan switching.
Baca angka 45 juta merchant itu pelan-pelan. Artinya QRIS sudah bukan pembeda — dia sudah jadi standar minimum. Kalau warung sebelah punya QR dan kamu belum, yang terjadi bukan "mereka lebih canggih", tapi kamu yang jadi pengecualian, dan itu langsung terasa waktu pembeli buka dompet dan ternyata tidak bawa cash.
Jadi apa yang perlu dilakukan
Jujur saja: hari ini, di meja kasirmu, belum ada yang berubah. Tapi ada dua hal yang masuk akal dikerjakan sekarang.
Pertama, pastikan QR-mu QRIS merchant, bukan QR pribadi. Yang tersambung ke rel lintas negara dan ke penyelesaian dana resmi adalah akun merchant. QR personal yang dipinjam untuk usaha bukan cuma bikin catatan keuangan campur aduk, tapi juga tidak ikut ke ekosistem yang lagi dibangun ini.
Kedua, kalau pembelimu banyak wisatawan — oleh-oleh, kuliner, jasa di daerah wisata — arah kebijakan ini pantas diikuti. Tapi ikuti pengumuman resminya, bukan rencananya. Yang diumumkan kemarin baru niat dan persiapan; jangan sampai kamu terlanjur menghitung proyeksi omzet dari pembeli asing yang jalur bayarnya belum dibuka.
Sisanya, pakai QRIS-mu yang sekarang dengan benar: catat masuknya, jangan dicampur uang pribadi, dan rekonsiliasi tiap tutup buku. Rel yang melebar tidak menolong kalau pembukuannya masih bolong.
*Ditulis ulang dari [detikFinance](https://finance.detik.com/moneter/d-8649875/siap-siap-qris-bakal-bisa-dipakai-di-hong-kong-arab-saudi-timor-leste-dan-india) — bukan salinan langsung.*